Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Random

Note: cerita ini hanyalah fiktif belaka, dan maaf sebelumnya kalau ceritanya gak bagus. hehe..

RANDOM

Aku, seorang pemuda putus asa. Duduk sendiri di atas batu karang sambil memandangi deburan ombak yang menghempaskan kekuatannya. Begitu dahsyatkah kekuatan itu hingga mampu membelah lautan yag tenang?
Kontras dengan apa yang ku lihat di langit. Sebuah harmoni yang indah, penuh warna. Aku mengagumi keindahannya, membelah atmosfir bumi dengan keidahan dan kedamaian. Tanpa mengeluarkan kekuatan yang dahsyat, ia mampu menghipnotis jutaan mata manusia dengan keindahannya. Aku masih memandangi lautan hingga bola besar yang membakarku seharian kini seakan kehilangan kekuatannya. Ia berubah merah dan perlahan meninggalkanku yang mematung sedari tadi.
Aku kembali melihat ke langit, anak-anak langit bersorak kegirangan setelah bola besar itu pergi, mereka sangat banyak dan memancarkan cahaya yang indah. Mereka membentuk satu untaian panjang, sepanjang langit yang kulihat membentang tanpa ujung. 

**
Seorang wanita berjilbab duduk termenung memandangi hasil karyanya. Piring-piring itu masih utuh lengkap dengan isi dan posisinya tak berubah seperti saat ia dengan suka cita menghidangkan makan malam untuk keluarganya yang tercinta. 

**
Anak kecil itu masih asyik bermain dengan boneka Teddy Bear yang sudah usang. Ia bermain sendirian dalam sebuah kamar sempit dengah harga sewa yang murah. Ia tak peduli dengan keadaan sosial di sekitarnya, usianya baru lima tahun. 

**

“kakak, ibu kok belum pulang juga?” ia bertanya pada anak lelaki yang sedang sibuk memecahkan soal matematika. “ibu sedang bekerja dek, sebentar lagi Ia akan pulang. Kalau kau mengantuk, tidurlah. Akan aku sampaikan pada Ibu untuk memberikan kecupan hangat saat kau tidur, agar ibu hadir dalam mimpi indahmu.” Jawab anak lelaki itu dengan bijak. Ia sangat menyayangi adiknya, karena tak ada lagi yang ia miliki di dunia ini selain ibu dan adik perempuan satu-satunya.  Anak lelaki itu baru menginjak usia 10 tahun, tetapi ia sangat bertanggung jawab menjaga adiknya saat ibu mereka bekerja.

**

Desahan demi desahan sangat jelas terdengar dari sebuah bilik. Suara itu sangat jelas terdengar seperti film dari bak sampah lembaga sensor. Tak perlu dijelaskan apa yang mereka kerjakan. Beberapa saat kemudian kedua makhluk berlainan jenis itu keluar dengan wajah tanpa dosa. Pria itu memberikan sejumlah uang kepada wanita yang telah menemaninya sesuai dengan jumlah yang telah disepakati. Begitu murahnya sebuah kehormatan wanita, lalu apa arti kerja keras ibu kartini mengangkat derajat kaumnya sedangkan mereka sendiri menjatuhkan martabatnya.  

**

Aku beranjak dari batu karang tempatku terdiam, aku ingin pulang. Jujur, aku ragu apakah aku harus menjerumuskan diriku sendiri kedalam neraka ataukah aku tetap disini, memandangi anak-anak langit yang tertawa riang. Mereka menyebut dirinya ‘bintang.’

**

Aku membuka pagar dan memasukkan mobilku ke dalam garasi. Aku langsung menuju kamarku dan kulihat ibuku tertidur diatas meja makan. “ibu, ibu. Bangun bu.. “ aku membangunkan ibuku yang terlelap. Mungkin ia terlalu letih memandangi masakan yang tak ada seorangpun menyentuhnya. “oh, kamu sudah pulang nak, kemana saja kamu?” ibuku bertanta dengan nada penuh kasih sayang. “aku habis dari rumah teman bu.” Aku berbohong, aku sayang ibuku. Aku tak mungkin menceritakan seharian aku duduk diatas karang meratapi nasibku. Bahkan ibuku tak tahu penyakit HIV kini bersarang dengan nyaman di tubuhku. 

**

Anak lelaki itu telah selesai mengerjakan soal matematika beberapa saat sebelum ibu mereka pulang bekerja. Ia berlari dan memeluk ibunya dengan hangat.
Wanita yang mereka panggil ibu itu terlihat iba saat memandangi puteri kecilnya yang sedang terlelap berselimut sehelai kain tipis. Ia memberikan kecupan hangat kepada puterinya.

**

Pukul tiga pagi, ayahku pulang. Dan ibuku masih setia terjaga untuk menunggunya. Aku berpikir  ibuku adalah seorang malaikat, hingga hatinya sangat lembut menerima kehadiran pria jahanam yang telah ribuan kali kulihat merangkul wanita lain di pusat perbelanjaan. Aku terbangun dari tidurku karena mendengar makian dah hinaan ayahku ayas ibu. Aku tak habis pikir bagaimana mungkin pria bejat itu begitu tega memaki ibuku yang sudah rela menyerahkan hidupnya untuk ayahku, berusaha menjadi isteri yang sholehah, tapi bukan keharmonisan yang ia dapatkan.
Aku pun merasa bersalah atas penyakit ini. Aku telah mengecewakan ibuku. Limpahan materi namun minus kasih sayang keluarga yang utuh, aku leluasa membeli barang haram apapun dari uang yang ku miliki. Aku tak ubahnya seperti pria yang kulihat itu, memang. Tapi aku tak pernah memaki ibuku dengan lantang. 

**

Ayam berkokok, wanita cantik itu sedang bersolek di depan cermin. Ia tampak seksi menggunakan rok mini dan kaus ketat berwarna merah, dipadukan dengan jaket berbahan jeans dan make up tebal. Pekerjaannya mengharuskan ia tampil menarik, walaupun nantinya akan lusuh juga.
Sebelum berangkat, ia telah menyiapkan sarapan pagi untuk kedua anaknya yang masih terlelap. Ia harus segera berangkat sebelum ‘mami’ kebakaran jenggot karena anak buahnya belum datang. 

**

Aku bangun tepat ketika jarum jam bertumpuk menunjuk arah utara. Cahaya matahari menyengat tubuhku yang kotor ini. Ya, semalaman aku tidak bisa memejamkan mata karena suara ayahku begitu menggema memenuhi rumah kami.
Aku turun mencari ibuku, namun tak kutemukan ia dimanapun. “Mungkin ibu sedang menenangkan diri di rumah nenek.” Pikirku. Aku mengambil kunci mobil, aku ingin menikmati suasana kota Jakarta sebelum aku melewati detik-detik akhir hidupku, meninggalkan semuanya dan takkan kembali.  

**

Kamar itu terasa sesak oleh suhu tubuh dua anak manusia yanag sedang berpacu dalam birahi mereka, cukup lama mereka mereguk kenikmatan tanpa sadar akan dosa. “mas tiap hari kesini, memang isteri mas tidak marah?” wanita itu berujar
“ah, biarkan saja. Aku tak peduli lagi dengan isteriku. Mungkin saat ini ia sedang berlindung dibawah ketiak ibunya. Aku tak peduli.” Jawab pria itu tanpa perasaan.
Pria itu mengeluarkan dompet yang berisi uang untuk membayar jasa yang telah diberikan wanita itu atas dirinya. Ia meletakan uang itu diatas kasur tempat mereka menyalurkan hasrat. 

**

Cukup lama aku memacu mobilku tanpa tahu tujuan. Dan entah setan apa yang membisikkan rayuannya agar aku berbelok ke arah rumah bordir. Nafsu remajaku juga seakan berkoalisi menjerumuskanku dalam dosa. Ah, aku tak peduli. Toh aku juga akan mati karena penyakit nista ini. Penyakit yang kudapatkan dari barang haram.  Aku berpapasan dengan mobil ayahku, namun aku tak yakin. Mobil seperti itu sangat banyak di Jakarta, lagipula apa peduliku dengan orang yang tidak peduli denganku?
Aku sampai rumah bordir dan kulihat banyak sekali wanita berpakaian seksi menjajakan dirinya untuk disewa. Namun ada seorang wanita yang menarik perhatianku. Wanita itu mengenakan rok mini, lengkap dengan kaus ketat berwarna merah. Jaket berbahan jeans dan make up membuat ia semakin menarik. Aku menghampirinya, namun ia menolak melayaniku dengan alasan sangat letih. Namun atas iming-iming bayaran yang besar akhirnya ia bersedia. Aku diajak kedalam sebuah kamar, tercuim aroma yang tak asing bagiku. 

**

Aku meihat sebuah tas kerja teronggok di pojok, aku seperti mengenal tas itu. Ah, siapa peduli, aku kesini untuk menikmati hidup, pikirku. Saat aku sedang asyik memacu birahi, tiba-tiba pintu itu terbuka dan tanpa permisi, seorang lelaki masuk kamar kami tanpa permisi. “sayang, tas laptopku tertinggal.” Ujarnya. Aku menoleh ke arah suara, dan hampir aku mengalami serangan jantung dibuatnya. Astaga, DIA AYAHKU.  

 


END

komentar, kritik, dan sarannya ditunggu. thanks.

Burger Maut


Cerita ini hanyalah fiktif belaka, tidak bermaksud untuk menjatuhkan pihak manapun.

Ingatlah saat kita kecil, ketika orang tua kita mengingatkan ‘jangan jajan sembarangan.’ Mungkin benar adanya dan kalimat warisan nenek moyang itu akan sangat bermanfaat ketika kita melihat sebuah peristiwa di Negara adidaya, Amerika Serikat (just fiction).

Sebuah sekolah menengah pertama negeri yang terkenal di kawasan Arizona, amerika serikat memiliki jumlah murid yang sangat banyak. Orang tua mempercayakan pihak sekolah untuk mendidik putera puteri mereka.

Suatu hari sekolah itu kedatangan seorang tamu dari Negara bagian lain. Ia akan mengisi ruang kosong dihati pak kepala sekolah. Maksudnya ia akan mengisi stand kosong dikantin sekolah itu. Dahulu, stand itu digunakan oleh Ms. Lily untuk berjualan nasi goreng keju, namun karena kehendak tuhan yang maha kuasa, maka Ms. Lily harus pergi menghadap-Nya saat mengiris bawang merah untuk bumbu. Kejadian yang sangat mengejutkan dan tak biasa, bahkan tak ada yang tahu penyebab kematian wanita berambut pirang itu. Pihak sekolah pun seakan menutupi kejadian ini agar tak terdengar gaungnya sampai ranah publik, karena sekolah tak ingin nama baik lembaga pendidikan itu tercoreng dengan berita yang ‘kadang’ dilebih-lebihkan oleh pewarta hiburan.

Sekolah itu menerapkan birokrasi yang panjang dan segala bentuk persyaratan yang amat ketat. Antara lain makanan yang dijual dikantin haruslah memenuhi asupan gizi para siswa. Tentunya terdiri dari bahan yang tak berbahaya dan kebersihan harus diutamakan. Pihak sekolah tak ingin siswanya kekurangan gizi atau terserang penyakit berbahaya ketika menyantap makanan itu.

Dengan berbagai macam uji laboratorium dan uji rasa, akhirnya penjual burger itu sebut saja bernama Mr. James diizinkan untuk berjualan dengan memenuhi peraturan yang telah ditetapkan. Kepaka sekolah, Mr. Johan mengakui bahwa burger itu mempunyai rasa yang khas, tak ada bandingannya dengan makanan sejenis. Burger itu dinamai ‘burger maut’ karena rasanya yang sangat enak dan dapat membuat orang yang mencicipinya merasakan pengalaman yang berbeda. Ketagihan sampai maut menjemput.

Seminggu..
Dua minggu…
Satu bulan..

Sampai saat ini tak ada masalah. Para siswa sangat menggemari burger itu, bahkan mengalahkan kepopuleran nasi uduk Mrs. Yuyun yang terkenal dengan rasanya yang gurih. Uang yang didapat oleh manajemen sekolah pun melonjak drastis. Diperoleh dari pajak pendapatan yang dibebankan kepada pedagang di kantin.

Suatu malam yang biru, tanpa dirimu, berjuta-juta rindu, dikhayalku..
Saat Mr. Johan sedang asyik mendengarkan lagu kegemarannya, tiba-tiba ia mendengar suara gaduh yang berasal dari arah kantin. Seorang siswi tiba-tiba merasakan sesak di dadanya hingga ia tak sadarkan diri. Banyak siswa yang ingin memberikan pertolongan dengan napas buatan, tapi Mrs. Yuyun melarangnya. “Bukan muhrim.” Ucapnya.

Langit berubah mendung diselimuti awan kelabu. Cahaya kilat yang terang seakan memecah kegalauan awan itu menjadi beberapa pecahan asimetris. Tak ada yang mengetahui pasti penyebab kegalauan hati sang awan, padahal menurut BMKG, cuaca hari ini cerah berseri sepanjang hari.

*jdeer*
Suara petir menyambar tiang listrik di saming sekolah itu dan listrik pun terputus. Dan anehnya genset tak berfungsi ketika seorang OB berusaha mengoperasikannya. Walhasil, para siswi berteriak histeris karena keadaan sekolah yang amat gelap. 

HAHAHAHA..
Tiba-tiba Mr. James tertawa dengan sangat keras. Dari atas kepalanya terpancar seduah cahaya yang menerangi tubuhnya. Seperti Vidi Aldiaono sedang bernyanyi di konser Erwin Gutawa. Spontan semua orang yang melihatnya terbelalak kagum. Bukan kagum karena suara tawanya yang merdu, melainkan karena mereka bangga disekolah mereka ada seorang pesulap. Mereka menyangka Mr. James adalah pesulap karena ia dapat memancarkan cahaya terang tanpa lampu listrik.

“Aku bukan pesulap, aku bukan mentalist, dan aku bukanlah seorang puitis.” Kata Mr. James.
Lalu apa??
“Aku adalah jin dari timur tengah, aku adalah sindikat jin yang mencari nyawa manusia muda untuk aku jadikan koleksi di kamar.” Jelasnya.
“bercanda saja kamu.” Mr. Johan tidak percaya.

Seketika tubuh Mr. Johan melayang ke angkasa. Dan Mr. James berubah menjadi raksasa dengan kepala hampir menyentuh atap. 
Mr. Johan: “apa maumu? Jangan usik kehidupan kami.”
Mr. James: “mauku tak banyak, aku jatuh cinta dengan gadis itu, maka aku akan menjadikan ia selirku. Sebagaimana telah aku lakukan pada Ms. Lily beberapa waktu yang lalu.”
Mr. Johan: “aku tak akan membiarkan kau membawa muridku.”
Mr. James: “terserah, mau tak mau, harus mau. Aku adalah sindikat pencurian nyawa siswi disekolah. Tak ada kompromi dalam aksiku.”

*ini ngarang*

Kilat muncul seperti lampu blitz kamera. Beberapa detik kemudian terdengar suara petir yang sangat keras. (mengapa lebih dahulu kilat dari petir? Karena kecepatan cahaya lebih tinggi dari kecepatan suara) bersamaan dengan bunyi petir itu, siswi yang tadi pingsan terlihat kejang-kejang dan seketika ia terkapar dalam dekapan seorang ibu guru. Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun. Siswi itu telah meninggalkan dunia ini. Meninggalkan sanak saudara dan kerabat yang menyayanginya.*halah..

HAHAHAHAHA…
Mr. James alias si raksasa itu tertawa dengan keras menandakan keberhasilannya dan ia secara perlahan menghilang. Pemandangan yang sangat menjijikan, burger super lezat itu yang disebut-sebut mengalahkan kelezatan kraby patty berubah menjadi seonggok kotoran manusia dengan belatung dan cacing.

TAMAT

Note: teks ini murni hanya CERITA FIKSI.

Prinsip dan Pengorbanan


Cerita ini hanyalah fiksi belaka.
Gw (penulis) menggunakan sapaan ‘aku’ dalam cerita ini bukanlah sebuah harapan (Amit-amit dah jangan sampe kejadian). Murni hanya cerita fiksi tanpa ada maksud apapun. Bukankah Achdiat K. Mihardja juga menggunakan sapaan ‘aku’ dalam novelnya Atheis?? Atau Chairil Anwar yang juga menggunakan ‘aku’ dalam karyanya yang berjudul AKU.

Prinsip dan Pengorbanan
#1
Sayup-sayup kudengar alunan surah Yaasin dari dalan kamarku yang pengap ini. Ya, hari ini adalah hari kematian anakku yang berumur  10 tahuh karena kecelakaan. Aku hanya bisa diam diatas pembaringan tanpa bisa berbuat apa-apa. Ingin sekali aku memandikan, mengafani, dan membawa puteraku ke pemakaman dengan tanganku sendiri. Tapi apa daya, untuk berdiri saja aku tak mampu. Lumpuh yang menjamah tubuh kurusku yang semakin kurus ini membuatku kehilangan segalanya. Pekerjaan sebagai pemilik perusahaan kontraktor, sampai anakku satu-satunya diambil sang pencipta dengan cara yang tragis ketika ia sedang mengamen di lampu merah seusai pulang sekolah. 

Kondisi tubuhku yang demikian membuatku tak berdaya untuk membiayai pendidikannya. Jatuhnya harga saham dan dibatalkannya proyek besar yang bernilai milyaran rupiah membuat perusahaanku gulung tikar. Dana perusahaan telah dikucurkan sebagian besar untuk proyek itu, bahkan aku pun tak mampu membayar gaji pegawai dan hutang bank yang terus bertambah bunganya. Menyebabkan rumah mewahku beserta isinya dan kendaraan harus disita oleh pengadilan untuk melunasi hutangku. Akupun terserang stroke akibat kejadian ini, pindah kerumah sederhana daerah pinggiran kota membuat isteriku sering terlambat datang ke kantor karena ia harus mengurusku di pagi hari, yang pada akhirnya ia harus melepas pekerjaannya sebagai sekretaris di sebuah perusahaan asing karena dianggap indisipliner. 

Ia berjuang sendirian membiayai kebutuhan keluarga, aku dan anakku yang saat itu berusia 7 tahun. Berjualan gado-gado dengan penghasilan minim juga harus disisihkan sebagian untuk membiayai pengobatanku. Kami yatim piatu dan tiada sanak saudara yang membantu kami. Ekonomi keluarga yang sulit menggerakkan hati anakku untuk membantu orang tuanya. Mengamen di lampu merah dilakukan usai sekolah hingga sore hari. Uang yang disapatnya ia gunakan untuk membeli pensil kayu dan sisanya ia tabung untuk melanjutkan sekolah di fakultas kedokteran. 

Aku hanya bisa pasrah pada tuhan, menangis pun aku tak mampu karena telah jatuh jutaan butir air mata saat awal keterpurukanku. Aku hanya dapat melihat wajah anakku untuk terakhir kalinya saat ia akan dibawa ke musholla untuk disholatkan. Ya, aku hanya bisa melihat dari kursi roda tanpa bisa mencium keningnya untuk terakhir kali. Isteriku yang membawaku keluar kamar barang sekejap.

#2
Beberapa bulan setelah kematian anakku, aku melihat isteriku sudah ikhlas atas kepergiannya. Aku memerintahkan isteriku untuk meninggalkanku dan menikah kembali dengan laki-laki lain yang dapat memberikan dia ketenangan. Itu kulakukan karena aku sangat mencintainya. Aku tidak sanggup melihat orang yang kucintai harus berjuang sendirian untuk diriku dan untuk dirinya sendiri. Aku tak sanggup untuk memberikan nafkah lahir sejak beberapa tahun terakhir, namun untuk nafkah bathin bukannya aku tak mampu, aku masih mampu melakukan hal itu, namun haruskah aku melihat isteriku seperti bercinya dengan sesosok mayat hidup.?? AKU.

Isteriku menolak.

Ia akan tetap setia mendampingiku sampai salah satu diantara kami menemui ajalnya. Bodoh. Ya, memang bodoh kedengarannya. Semua itu karena prinsip. Sebuah keteguhan hati yang berjalan statis. Persetan dengan prinsip. Ia hanya akan membuhuhmu jika kamu terus memegang prinsip itu tanpa bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang disekitarmu. Buang prinsip yang membuat dirimu tersiksa, dinamis mengikuti lingkungan sekitar dengan memegang nilai-nilai agama. Seperti halnya anak SMA yang mengatakan prinsipnya tidak akan berpacaran dengan teman kakak kelas karena sebuah trauma. Itu akan membuatnya tersiksa kala hati telah jatuh pada seorang kakak kelas dan kau dihantui oleh prinsip itu. Semua orang memiliki karakter yang berbeda, dan bukankah pertemuan kita dengan seseorang telah diatur tuhan?? Apa itu artinya kita berusaha menolak takdir?? Itulah yang kupikirkan. Mungkin memerintahkan ia pergi dariku adalah keputusan terbaik.

Isteriku tetap menolak. 

Sebelum kami menikah, almarhumah ibuku memberikan sebuah nasehat untuk memegang teguh prinsip. Isteriku mempunyai prinsip bahwa pernikahan adalah ikatan suci yang hanya dapat dipisahkan oleh tuhan. Itulah mengapa ia sampai sekarang tetap setia mendampingiku, entah karena cinta atau karena prinsip itu. Apapun itu aku merasa sangat berdosa ketika melihat isteriku hidup dalam sesengsaraan dan aku tak sanggup berbuat apapun. Lebih baik aku mati sekarang dan bermain dengan anakku di taman surga. Tapi tuhan berkehendak lain, aku masih diberikan kesempatan untuk hidup hingga sekarang. :)

Aku menghargai keputusan isteriku, sambil terus berdoa semoga tuhan terus memberikan isteriku kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani hidup ini. 


-tamat-

komentar, kritik dan sarannya ditunggu ya. terima kasih. :)
_fahmii_

Kisah Loper Koran


Sebuah keluarga kecil mengontrak dibelakang rumahku. Sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami isteri dan 3 orang anak. Dua perempuan, dan seorang anak laki-laki.  Dalam rumah petak tersebut mereka hidup dengan kesederhanaan. Berharap dapat hidup bahagia seperti keluarga lainnya, namun apa daya hanyalah sebuah harapan hampa. Anak perempuan tertuanya seumuran denganku, lulus dari SMU dan tidak melakukan kegiatan apa-apa. Kuliah tidak, kerja pun tidak. Kesehariannya hanya pergi bersama pacarnya dengan pakaian minim.

Bukan masalah jika Ayahnya adalah seorang yang berpenghasilan lebih, namun apakah dia tidak menyadari profesi Ayahnya hanyalah seorang loper koran. Berangkat sebelum matahari terbit unruk mengambil koran ke agen, dan mengayuh sepeda sejauh puluhan kilometer dengan tubuh kurus berbalut kulit yang terbakar matahari.

Aku tidak bisa membayangkan betapa berat perjuangannya untuk menghidupi keluarga. Membiayai anak yang sedang menempuh pendidikan tentulah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tak jarang ia terlambat membayar uang sewa kontrakan karena uang tersebut digunakan untuk keperluan anaknya sekolah. Pernah pada suatu hari ia membayar uang sewa padaku, kemudian dua jam kemudian uang itu dimintanya kembali untuk membayar uang ujian anaknya. Karena merasa iba, Ayahku memberikan kembali uang itu pada si loper koran.

Sebagai tetangga, aku merasa prihatin melihat kondisi keluarga tersebut. Kerja keras membanting tulang demi keluarga, tidak sebanding dengan yang ia dapat dari keluarganya. Tidak ada rasa syukur dari anak-anaknya atas jerih payah sang Ayah. Mereka cuek seakan tugas Ayah hanyalah mencari uang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Anak sulungnya perempuan, seumuran denganku. Sudah kukatakan diatas bahwa ia tidak berkegiatan. Aku mengerti kondisi keluarga mereka, (maaf) mungkin dunia perkuliahan telah menjadi daftar hitam dari pilihan hidupnya, namun bisakah ia bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya? Bukan berlagak sok jadi orang kaya dengan ponsel yang tidak pernah lepas dari tangannya. Atau pergi pagi-pagi dengan celana pendek ketat, pulang menjelang zuhur, kemudian pergi lagi menjelang ashar dan pulang kerumah jam 11 malam. Wajar jika masyarakat berpikiran negatif tentangnya. Kakak perempuanku pernah bertemu dengannya jam 11 malam, bersama seorang pria di tempat gelap. Rupanya ia baru pulang dari acara temu kangen dengan kekasihnya.  

Orang lain pun akan merasa jengkel saat melihat gadis itu dipagi hari, duduk di depan pintu rumah kontrakannya sambil membaluri lotion di betisnya, padahal dari luar terlihat kasur tempat ia tidur yang masih berantakan. Mencuci piring bekas ia makan pun tak mau dilakukan. Namun penilaian orang lain akan berbeda 1800 jika melihat Ayahnya, si loper koran. Terlihat sesosok yang berjuang keras mengayuh sepeda demi mengantarkan koran ke langganannya, dengan tubuh kurus bermandikan jutaan butir peluh yg menetes. Aku pernah bertemu dengan si loper koran pada suatu siang yang sangat terik. Ia berjuang sekuat tenaga menuntun sepedanya melalui jalan yang menanjak curam. Aku ingin membantunya namun kondisi jalan tidak memungkinkan untuk memarkir motorku. Akhirnya kuputuskan untuk melanjutkan perjalanan sambil berdoa semoga ia diberi kekuatan dan ketabahan.

Lalu bagaimana dengan anak keduanya??
Anak kedua juga seorang perempuan. Duduk dibangku SMP dengan perilaku yang tidak ubahnya seperti sang kakak, namun tidak terlalu parah, dan anak ketiganya duduk dibangku SD, ia tinggal bersama neneknya dikampung, namun tiap bulan sang Ayah mengirimkan uang untuk membantu biaya pendidikannya.

Usut punya usut, Ibu yang tinggal bersama mereka (isteri loper koran) adalah Ibu tiri. Ia sudah tidak sanggup berbuat apa-apa menghadapi perilaku kedua anak perempuannya.

Meskipun banyak orang mengatakan bahwa surga ditelapak kaki ibu, bukan berarti kita harus mengabaikan perjuangan seorang Ayah, karena tanpa seorang Ayah, kita tidak mungkin diciptakan tuhan. Dan meskipun yang tinggal bersama kita bukanlah ibu kandung, ia tetap orang tua yang harus kita hormati selama ia menyayangi kita dengan tulus hati. (sok tau bgt.red)

Ya, itulah tulisan sampah yang dapat kubuat, semoga bermanfaat dan kalian merasa terhibur.

Komentar, kritik, dan sarannya ditunggu ya. ^_^ heheh..

Curhat

Rasa suka adalah sebuah anugerah tuhan yang tak ternilai. Karenanya, melalui rasa tersebut akan timbul sebuah perasaan cinta yang nantinya akan lahir seorang anak manusia di muka bumi ini. oke, itu hanyalah sebuah muqoddimah alias pembukaan buat entry kali ini. Tapi jangan salah sangka dulu ya, saya gak berniat menulis tentang apa itu cinta, apalagi proses produksi anak. saya rasa semua sudah paham. Sudah dewasa kan?? :D
Saya hanya ingin mencoba merealisasikan sebuah curhatan seseorang dalam bentuk sebuah tulisan. Ya, gak penting sih sebenernya, tapi siapa tahu dari kegiatan iseng yang gak penting itu akan melahirkan sesuatu yang bisa dibanggakan. apa itu contohnya?? ya gak tahu, kan saya bilang tadi: 'siapa tahu'hahaapasih??

Langsung aja ya.
Oh iya lupa, tokoh dalam cerita ini dengan nama disamarkan, jadi apabila ada kesamaan nama, itu sesuatu yang tidak disengaja. bukan salah saya kan kalo kebetulan namanya sama. mungkin nama itu emang banyak yang punya. gak bermaksud menghina, gak bermaksud merendahkan. suer.

Suatu hari Ahmad online seperti biasa. twitter, facebook, koprol, sudah menjadi makanan sehari-harinya. ia biasa tweeting dengan teman-teman sekelasnya. sebut saja mereka santi dan lusi. membicarakan apapun yang penting seru. mulai dari pelajaran, saling cela, dan hal lain yang gak penting buat diomongin yang kalo dipikir-pikir cuma membuang pulsa aja. tapi itu adalah awal dari cerita ini. pada suatu ketika, ia melihat santi, teman sekelasnya mengganti avatar, ia terlihat manis dalam foto itu, entah mengapa ada perasaan lain ketika Ahmad melihatnya, saat membuka facebook, juga ada pemberitahuan jika santi mengganti foto profilnya. karena ia penasaran, maka ia membuka profil teman baiknya itu. apa yang ia lihat?? seseorang gadis nan manis. entah darimana asalnya, tiba-tiba saja ahmad merasa suka dengan teman sahabatnya itu.

Hari terus berganti. tiap malam sebelum tidur, ahmad selalu membuka profil santi dan melihat aktivitasnya. sekedar ingin tahu. oh tuhan. dia makain terlihat manis. sempat menyesal dalam hatinya baru menyadari hal itu, mengingat mereka sudah berteman lebih dari 6 bulan. rasa suka adalah anugerah tuhan yang tak ternilai, mengapa demikian?? karena rasa suka itu akan berbuah rasa sayang. aaaaaaa.... Ahmad makin sayang dengannya. sebenarnya bukan perkara sulit jika ia ingin membiha hubungan lebih jauh dengan santi, tetapi kenyataannya, santi adalah sahabatnya. buka kesalahan bila kita mempunyai perasaan sayang dengan sahabat sendiri, pikiran ahmad sungguh tidah beralasan.

Rasa sayang itu sungguh tidak terbendung, tetapi sebuah peristiwa pada siang hari merubah semuanya. pada acara curhat colongan, Hadi, sahabat Ahmad mengatakan padanya bahwa ia juga menyukai santi tanpa mengetahui perasaan Ahmad yang sama dengannya. seketika tubuh itu lemas bagai tak bertulang. apa yang ia dengar barusan?? Hadi, sahabat baiknya juga menyukai gadis yang sama??

Selepas siang itu, Ahmad menceritakan hal tersebut pada lusi. tetapi apa yang dikatakan lusi amat sangat membuat hati Ahmad semakin hancur. ia mengatakan bahwa Ahmad sebaiknya mencari gadis lain dan merelakan santi menjadi milik Hadi. meskipun demikian, santi sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun dengan hadi. jadilah Ahmad yang galau setiap malam. mendambakan seseorang dalam hatinya. orang itu tak lain Santi. Meskipun ia sadar, bahwa santi adalah sesosok gadis yang sempurna untuk dimiliki dan hanyalah sebuah khayalan untuk mendapatkan gadis seperti itu. (rendah diri ceritanya. red)

Sampai sekarang pun rasa itu masih tersimpan rapi dalam hati seorang Ahmad, bersikap wajar dan biasa pada santi demi menutupi rasa sayangnya. bukankah cinta itu sebaiknya diungkapkan?? ia tidak mempunyai keberanian untuk itu.

#NowPlaying: TRIAD - Selir Hati.
stream or download here

Bu RT Hilang


Tok tok tok tok tok…

Begitulah kiranya suara kentongan warga desa sukamiskin malam itu. Malam jumat pahing yang berbeda dari biasanya. Malam ini warga desa sibuk berkeliling kampung. Acara itu bukan ritual keagamaan, bukan pula ritual adat yang biasa mereka lakukan, mereka mencari bu RT. Bu RT hilang entah kemana sejak sore dan sampai sekarang belum kunjung ditemukan. Hilangnya bu RT mulai disadari pak RT menjelang maghrib. Biasanya mereka sholat berjamaah, tapi kali ini pak RT sholat sendirian. Mereka sebenarnya memiliki seorang anak laki-laki, tetapi saat ini dia sedang bekerja di Jakarta.

Sudah hampir tengah malam warga desa mencari bu RT. Kini mereka memasuki kawasan hutan bambu. Warga mengenal hutan bambu adalah tempat yang angker pada malam hari. Namun pak RT tetap menyuruh warganya untuk masuk kawasan hutan bambu.
Memasuki hutan bambu, seketika angin bertiup sangat kencang, membuat seluruh pohon bambu bergoyang-goyang dan saling bertabrakan satu sama lain. Dedaunan kering di tanah beterbangan menambah ketakutan warga, sungguh situasi yang sangat mengerikan. Pak ustad yang ikut dalam rombongan itu berusaha sekuat tenaga komat kamit membaca doa untuk meredakan kekacauan ini. Entah apa yang dibaca, tidak ada yang tahu karena semua warga ketakutan. Selang beberapa lama, keadaan kembali normal. Perlahan-lahan angin menjadi tenang, dedaunan kering pun kembali berjatuhan ke tanah. Entah apa yag sebenarnya terjadi, tidak ada yang mengetahuinya. Sungguh kejadian yang misterius. 

Waktu menunjukan pukul dua dinihari, sudah berjam-jam mereka berkeliling dalam hutan bambu itu, tapi bu RT tetap tidak ditemukan. Raut wajah kelelahan warga sangat jelas terlihat, namun mereka tetap ingin mencari bu RT.  Sebenarnya yang menjadi pertanyaan adalah mengapa harus mencari di hutan bambu? Itulah pertanyaan yang terlontar dari mulut salah seorang pemuda. “tidak ada alasan jelas kita berkeliling hutan bambu hingga larut malam untuk mencari bu RT. Apakah sudah pasti bahwa bu RT hilang dibawa oleh makhluk halus? Mungkin saja bu RT hilang diculik oleh sekelompok mavia?” tutur pemuda tadi.
Seketika warga terdiam. Apa yang dikatakan pemuda itu ada benarnya juga. Mungkin saja bu RT hilang diculik sekelompok mavia. Tapi untuk apa?

untuk apa ya?? penulis juga bingung ini cerita sebenernya apa maksudnya. ckckck..
ya sudahlah gak usah dibahas. gak bikin dosa kan?? 


 

adakah waktu untukku

minggu ini matahari bersinar dengan terangnya, Cindy bersiap berangkat olahraga pagi. ia kebingungan mencari sepatu olahraganya karena ia biasa meletakannya di rak sepatu, tapi kali ini sepatu itu tidak ada di tempat yang semestinya. ia kemudian memanggil bibi, pembantu rumah tangga dirumahnya.

Cindy: "bibi!!!" (teriak cindy)
maklum saja, Cindy adalah anak yang manja, walaupun ia sudah menginjak kelas 2 SMA. tidak beberapa lama, bibi muncul dari dapur.

bibi: "ada apa neng?"

cindy: "sepatu olahragaku mana?"

bibi: "oh, tadi dipakai neng lisa. soalnya sepatunya basah kehujanan, jadi minjem sepatu neng cindy."

cindy: "ah elah, minjem sepatu orang gak izin dulu, batal kan gw olahraga. udah bibi sana, kerja lagi sana." (perintah cindy pada bibi)

bibi pun menuruti perintah anak majikannya.

1 jam, 2 jam, 3 jam cindy menunggu kakakya lisa, tapi sudah siang mereka belum pulang juga.
"bangke banget tuh kakak gw, batal kan gw olahraga." gumam cindy
menjelang magrib akhirnya mereka pulang, cindy memasang mimik sinis kepada mereka.

"baru pulang. kemana aja? lupa kalo punya 2 anak? lisa aja terus diurusin." omel cindy

lisa: "kita baru habis dari tempat bimbel ku dek, terus ke istora senayan, ada pameran universitas."

cindy: "emang gua pikirin."

lisa adalah kakak cindy, kini ia duduk di bangku kelas 3 SMA. entah mengapa, cindy merasa perlakuan mama sangat berbeda antara keduanya. apa yang diminta lisa selalu dipenuhi, sedangan cindy, harus dengan beberapa syarat yang harus dilakukan agar keinginannya dipenuhi oleh sang mama.

beberapa hari berlalu setelah kejadian sepatu itu, mama memanggil semua anaknya untuk berkumpul di ruang keluarga.
mama: "mama mengumpulkan kalian kesini ada yang ingin mama bicarakan. minggu depan lisa ulang tahun, mama ingim nengadakan syukuran kecil kecilan, mengundang teman-teman dekat lisa dan saudara-saudara kita dari bandung. cindy, kamu mau kan bantu persiapannya?"

cindy: "apa? aku? gak mau, ngapain! mama urus aja sama anak kesayangan mama itu."

mama: "cindy, apa apaan kamu, kamu kan juga anak mama."

cindy: "ooh ya??"

kemudain cindy meningalkan forum itu dan beranjak ke kamarnya.
dalam otaknya terlintas rencana jahat, ia akan menggagalkan acara ulang tahun kakaknya, apapun yang terjadi, acara itu harus dibatalkan saat hari H.

acara ulang tahun lisa adalah hari ini, cindy sedang memikirkan apa yang akan dilakukannya untuk menggagalkan acara ini.
hancurkan kuenya? tapi masih bisa dibeli lagi di toko.
racuni minuman untuk tamu? nanti aku bisa masuk penjara.
taburi bedak gatal di gaun lisa? iya, itu sepertinya tepat, dia akan sangat tersiksa., begitulah rencana busuknya.
mengendap-endap ia masuk ke kamar lisa yang saat itu sedang kosong. "lisa sedang mandi, saatnya aku bertindak." gumam cindy

seperti yang sudah ia rencanakan sebelumnya, ia mendekati gaun yang akan dipakai lisa. kebetulan gaun itu diganting di pintu lemari. dan cindy menaburkan bedag gatal ke bagian dalam gaun itu. setelah dirasa cukup, cindykeluar meninggalkan kamar kakaknya.

setelah lisa selesai mandi, ia memakai gaun itu seketika badannya terasa gatal dan lama kelamaan menjadi panas. rupanya sebelum memakai gaun itu, lisa memakai body lotion di seluruh tubuhnya. body lotion itu bereaksi negatif dengan bedak itu sehingga menimbulkan rasa panas. lisa kebingungan, seluruh tubuhnya gatal, panas, dan kulitnya memerah. lisa berteriak-teriak memanggi mamanya.

"MAMAAAAA. TUBUHKU PANAS SEKALII."

segera mama masuk ke kamar lisa, mama pun kebingungan dan berteriak minta tolong. beberapa tamu undangan yang sudah hadir juga panik dibuatnya. mendengar semua orang panik, cindy tersenyum puas dari kamarnya. ia kemudian berniat melihat hasil kerjanya. betapa terkejutnya ia ketika melihay kamar kakaknya dipenuhi orang-orang dan kakaknya merintih kesakitan. cindy pun ikut panik, karena bukan kejadian seperti ini yang diinginkannya, ia hanya ingin melihat kakaknya gatal, bukan merintih kesakitan seperti ini, ia langsung berinisiatif memanggil taksi untuk membawa kakaknya ke rumah sakit terdekat. namun apa daya, rumah mereka di dalan sebuah kompleks perumahan yang jarang dilalui taksi. jika ingin memanggil taksi, ia harus keluar kompleks atau memesan taksi via telepon.

seorang tamu undangan yang adalah teman mamanya menawarkan lisa untuk dibawa ke rumah sakit denagn menggunakan mobilnya. mama langsung setuju, dan mereka langsung meluncur ke rumah sakit terdekat. cindy juga ikut serta dalam mobil itu.

sampai rumah sakit, dokter jaga segera mengambil tindakan di ruang UGD. beberapa saat kemudian dokter itu keluar. mama langsung menghampiri dokter itu dan menamyakan keadaan anaknya.

"apa yang terjadi dengan anak saya dokter?"

dokter: "ada yang menaburkan kalsium oksalat dalam baju anak ibu, sejenis bubuk yang bisa menimbulkan rasa gatal. tapi sayangnya zat tersebut bereaksi dengan body lotion anak ibu yang belum kering. dan hasilnya seperti ini." jelas dokter.
dokter itu beranjak pergi untuk mengecek kondisi pasien lainnya.

mama bersama cindy masuk untuk melihat kondisi lisa. ia sudah diberi antibiotik oleh dokter, jadi rasa panasnya sudah berangsur hilang. cindy merasa iba melihat kakaknya terbaring lemah atas perbuatannya. iapun menghampiri kakaknya dan memeluknya.

cindy: "maafkan aku kak, aku yang menaburkan bubuk itu ke gaunmu."

mama dan lisa terkejut mendengar pengakuan cindy. mama nenarik bahu cindy kemudian menamparnya dengan sangat keras. PLAK..

"kmu sungguh keterlaluan, tega sekali kamu berbuat demikian kepada kakakmu sendiri. apa maumu?" mama sangat marah pada cindy.

"aku iri dengan dia. aku juga butuh perhatian, bukan cuma dia kan anak mama? aku juga anak mama kan? kenapa mama selalu pilih kasih? semenjak papa meninggal, selalu lisa yang dimanja. sedangkan aku? aku hanyalah anak yang tersisihkan dari keluarga sendiri."

mama merasa sedih anaknya mempunyai pemikiran demikian. ia kemudain menjelaskan pada cindy atas sikapnya.
mama: "tak tahukah kamu mengapa sikap mama demikian? mama tak berniat untuk pilih kasih pada siapapun. mama sayang dengan kalian berdua. kasih sayang mama sangat besar kepada kalian. kenapa mama lebih memperhatikan lisa? mama ingin memberikan sedikit kebahagiaan di akhir hidupnya. mama ingin saat dia meninggalkan kita semua, dia meninggal tanpa ada beban sedikitpun."

cindy: "apa maksudnya?"

lisa: "aku mengidap kanker otak stadium akhir dek. umurku sisa 6 bulan dari sekarang."

cindy merasa sangat menyesal atas perbuatannya. ia tidak mengetahui persoalan yang sesungguhnya. lisa adalah seorang gadis yang tangguh. ia berjuang melawan penyakitnya
tanpa pernah mengeluh. karena menurutnya, ia termasuk orang yang beruntung bisa menikmati udara segar kehidupan dan keluarga walaupun singkat. karena banyak bayi yang dibuang ibunya sendiri, bahkan dikubur hidup-hidup. ia juga merasa bersyukur bisa tetap bersekolah walau dengan penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya. karena banyak orang diluar sana yang sama sekali tidak bisa duduk dan belajar disekolah. ia juga tidak pernah mengeluh karena di akhir hidupnya, ia masih bersama mama tercinta. karena ia tahu banyak anak seusianya yang tinggal di panti asuhan, bahkan mereka tidak pernah mengetahui siapa orang tua meraka dan darimana mereka berasal.

"aku tahu umurku tidak lama lagi, tapi aku akan terus berdoa pada tuhan agar aku diberi kesembuhan. aku tidak mau hari-hariku hanya bediam diri dirumah dan mencari tempat berobat. aku ingin kuliah seperti teman-temanku yang lainnya. aku ingin menjadi guru seperti cita-citaku dari awal." ucap lisa lirih

"apa kamu mau memberikan sedikit kebahagiaan untuk kakakmu?" tanya mama pada cindy.
cindy mengangguk pelan, dan kemudian mereka bertiga berpelukan.

2 minggu kemudian lisa berangkat ke singapura untuk berobat, biayanya ditanggung sebagian oleh pamannya dari bandung. beberapa hari dirawat, lisa menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, namun tuhan berkehendak lain, tiba-tiba saja kesehatannya menurun dan ia dipanggil untuk menghadap sang maha kuasa. keluarga sangat sedih atas kepergian lisa, yermasuk cindy.

kisah hidup lisa adalah sebuah motivasi bagi cindy, karena lisa tidak pernah mengeluh atas penyakitnya. bahkan ia selalu menyembunyikan kesedihannya pada orang lain, termasuk pada adiknya sendiri. dah satu hal yang selalu diingat cindy adalah, lisa selalu berusaha tersenyum. walau ia tahu waktu ia di dunia akan segera berakhir.



_TAMAT_

apa yang terjadi?

desa sukasari adalah sebuah desa yang asri. meskipun jaraknya dari pusat kota lumayan jauh, memerlukan waktu sekitar 3 jam perjalanan, namun tak menyurutkan niat Tony untuk berkunjung ke desa tersebut. tujuannya hanya satu, yaitu untuk mengumpulkan bahan materi tugas akhirnya. ia adalah seorang mahasiswa manajemen keuangan dari salah satu perguruan tinggi ternama di daerah jagakarsa jakarta selatan.

perjalanan selama tiga jam tidak terasa berlalu, kini tibalah ia pada sebuah desa terpencil nan asri. saat menginjakkan kaki di desa itu, ia disuguhkan pemandangan yang sungguh menakjubkan. terlihat bukit hijau, serta hamparan sawah dengan bebek-bebek bergerombolan mencari makan. pemandangan yang sangat jarang ia temui. teringat tentang tugasnya untuk mencari bahan tugas akhir, maka ia bergegas menuju rumah kepala desa dengan diantar oleh warga sekitar.

kepala desa menyambut baik kehadiran tony saat itu, kepala desa sangat mendukung tujuan tony ke desa sukasari dengan harapan bahwa tony dapat mempromosikan hasil pertanian masyarakat desa sukasari pada pasa-pasar di kota besar. selain itu agar masyarakat lebih termotivasi untuk maningkatkan produktivitas pertaniannya untuk dijual pada masyarakat perkotaan.

hari menjelang sore ketika tony undur diri dari rumah kepala desa, ia akan menginap di salah sau rumah warga. dari rumah kepala desa menuju rumah warga melewati sebuah sungai yang jernih airnya. tiap sore, sungai itu selalu ramai oleh anak-anak yang sedang bermain air dan para gadis desa yang sedang mencuci pakaian. tony menjadi pusat perhatian para gadis desa yang sedang mencuci di sungai. wajar saja, tony mempunyai wajah yang lumayan tampan dengan tubuh tinggi dan kulit putih.

hari menjelang malam, pada malam itu desa sukasari sedang mengadakan pesta panen dengan menggelar pertunjukan wayang kulit. tony bersama teman barunya di desa itu, iwan melihat pertunjukan tersebut. iwan adalah anak lelaki dari warga yang rumahnya ditumpangi oleh tony.
sampai tempat pertunjukan, ternyata acara sudah dimulai. tony yang sama sekali tidak tertarik dengan pertunjukan tersebut memilih berjalan-jalan keliling desa sendirian. dengan harapan ia dapat berkenalan dengan salah satu gadis di desa itu. sedang asyik berjalan sendiri, kemudian ia bertemu dengan seorang gadis cantik jelita yang juga sedang sendirian berjalan.
tony: "sendirian aja neng, boleh donk abang temenin?"
gadis: "boleh aja bang."
tony: "oh iya, kenelan dulu donk, nama abang Tony, dari jakarta."
gadis: "oh, nama saya gadis bang."

akhirnya mereka terlibat pembicaraan yang cukup seru, sampai pada akhirnya
gadis: "bang, ngobrolnya di pos ronda aja yuk, gak enak ngobrol di jalanan sepi kaya gini."
tony: "ayo."

tanpa ada perasaan aneh dalam fikirannya, tony mengikuti langkah gadis ke pos ronda.
gadis: "abang disini lama?"
tony: "enggak, paling cuma 2 minggu. eh ngomong-ngomong rumah gadis dimana?"
gadis: "saya sebenernya anak kepala desa bang. rumah saya deket kok dari sini."
tony: "oh anak pak kades, tadi siang abang dateng lho ke rumah gadis, mau minta izin tinggal sama pak kades. kok abang gak ketemu gadis ya?"
gadis: "wah, kalo siang gadis gak ada bang, gadis..."
belum selesai gadis berbicara, terdengar bunyi petir tanda akan turun hujan, dan saat itu pula hujan deras turun dengan tiba-tiba.

sebagian pakaian mereka kebasahan kena mereka duduk di liar pos ronda.
tony: "masuk aja yuk, daripada diluar kebasahan."
gadis menganganguk tanda setuju. didalam pos ronda yang sempit, mereka saling berpandangan. melihat wajah gadis yang cantik, dengan cahaya lampu remang-remang, entah setan apa yang merasuki fikiran tony, apalagi setelah memandangi tubuh gadis dengan pakaian luar yang basah, terlihat pakaian dalamnya menerawang. maka terjadilah hal-hal yang diinginkan.
*maaf penulis tidak bisa menceritakan dengan detail hal-hal yang diinginkan karena akan terlihat vulgar. pokonya seru dah (kata orang)*

pagi menjelang, hujan sudah berhenti, menyisakan tetesan embun di dedaunan. pagi itu juga ia dibangukan oleh salah seorang warga. tony kaget saat bangun ia mendapati dirinya tanpa baju. hanya celana panjang yang menutupi tubuhnya. warga tersebut menanyakan apa yang terjadi, namun tony tidak mungkin menceritakan kalau semalan ia telah berbuat sesuatu yang melanggar norma. ia hanya menggelengkan kepala. kemudian ia berjalan pulang ke tempat ia manginap. dijalan ia bertemu dangan iwan yang baru pulang menonton pertunjukan wayang kulit. lalu mereka pulang bersama.

sampai rumah iwan, tony masih memikirkan kejadian semalam. hal yang membuat ia heran adalah mengapa gadis meninggalkannya tidur sendirian? kemana perginya gadis itu?.
teringat bahwa gadis adalah seorang anak pak kades, maka ia berniat mengunjungi rumah pak kades untuk bertemu gadis. sampai rumah pak kades, tony menceritakan keinginannya untuk bertemu dengan gadis, anak pak kades. pak kades terlihatbingungsaat itu.
pak kades: "darimana kamu kenal gadis?"
tony: "saya mengenalnya semalam pak, kami bertemu di jalan, kemudian kami berbincang-bincang. boleh saya bertemu dengan gadis pak?"
pak kades: "ketahuilah nak, gadis itu adalah anak tunggal bapak. ia sudah meninggal sebulan yang lalu karena tenggelam di sungai."

seketika itu juga tony kaget bagai tersambar petir di siang bolong. ia tidak sanggup untuk berdiri, bahkan ia tak mampu berucap satu kata pun. kemudian ia pulang dengan peraaan yang bercampur aduk. malam hari, ia tidak bisa tidur karana memikirkan apa yang telah terjadi. kejadian yang sungguh aneh. saat tony membuka daun jendela untuk menghirup udara segar, ia melihat sesosok bayangan gadis sedang menghadap kearah tony sambil tersenum padanya. dan beberapa saat kemudian, bayangan itu hilang..


_TAMAT_

Hidupku Untuk Negaraku

seorang kakek renta, berbaju lusuh sedang berjalan meniti jalan setapak untuk mencari sebutir beras untuk mengganjal perutnya yang sangat lapar. walau hujan deras mengguyur tubuh kurusnya, ia tak patah semangat berjalan demi melanjutkan hidupnya. saat akan menyebrang jalan, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara klakson mobil jeep yang memekikkan telinga. sang kakek tersungkur ke kubangan air dibuatnya. hampir saja jeep itu menabrak kakek karena dipacu dengan kecepatan tinggi. pengemudi jeep yang yernyata seorang pemuda itu turun dari mobil kebanggaannya kemudian dia memaki sang kakek.
pemuda: "hei kakek tua, kemana matamu?"
kakek: "mata kakek sudah rabun nak."
pemuda: "persetan denganmu."
kakek: "maafkan kakek nak."

sang pemuda diam sejenak, entah apa yang ada dalam fikirannya. tiba-tiba saja dia mendekati sang kakek dan membisikan sesuatu ke telinga kakek.
pemuda: "kakek mau kemana?"
kakek: "kakek mau mencari makan, kakek lapar nak."
pemuda: "mau ikut saya kek, saya ada pekerjaan untuk kakek. dari pekerjaan itu kakek akan dapat upah yang banyak. kakek tidak akan pusing mencari makanan karena seluruh kebutuhan kakek akan terpenuhi. mau ikut saya kek?"
kakek: "mau." jawab kakek dengan antusias.

saat itu juga sang kakek dan pemuda itu masuk ke mobil jeep dan meluncur ke suatu tempat rahasia dan terpencil dari keramaian. beberapa saat akhirnya mereka sampai pada suatu rumah mewah. di dalamnya sudah berkumpul beberapa orang bertampang sangar duduk mengerubungi sebuah meja bundar. pemuda dan kakek itu langsung bergabung dengan mereka. kakek tersebut pun bingung. tempat apa ini dan apa pekerjaan untuknya. maka ia bertanya kepada pemuda itu.
kakek: "nak, tempat apa ini? sebenarnya apa pekerjaan untuk kakek?"
pemuda: "tugas kakek akan dijelaskan oleh boss kami."
boss: "hallo kek, saya adalah boss disini, tugas kakek sangat sederhana, hanya mengantarkan barang dagagan kami kepada pelanggan yang nanti akan kami beritahu lokasinya."
kakek: "barang dagangan kaliah apa?"
boss: "alah, kau tak perlu tahu, yang penting kau lakukan saja apa yang aku perintahkan dan jangan beritahu siapa-siapa, terutama polisi. kalau tidak, kau akan mati"

sejenak kakek itu berfikir karena ia merasa ada sesuatu yang ganjil dari kumpulan orang ini. diam-diam ia mencuri pandang kearah meja, ia tidak mengerti barang apa itu, maka ia bertanya pada boss.
kakek: "barang apa itu?"
boss: "itu heroin."
seketika kakek itu terkejut, ia tahu tentang heroin karena ia pernah mendengarnya dari berita tv saat dia sedang meminta makanan di sebuah rumah makan.

kakek: "kenapa kau menyuruhku melakukan itu? itu adalah perbuatan melanggar hukum."
boss: "tahu apa kau tentang hukum kakek tua? bagaimana, kau siap melaksanakan tugas ini?"
kakek: TIDAK, aku tidak akan melakukan perbuatan keji itu, aku cinta pada negaraku, aku ingin melindungi generasi penerus bangsa ini. aku akan membela negaraku walau negara tidak pernah membelaku, karena disini aku hidup dan dilahirkan."

boss sangat marah mendengar ucapan kakek itu, tanpa pikir panjang, ia meletupkan sejata api tepat di jantung kakek. ia menganggap kakek itu sudah berlaku kurang ajar padanya karena menolak pekerjaan yang diberikan. selain itu ia takut kakek itu akan melapor pada polisi dan megancam keselamatan dirinya dan anak buahnya..

_TAMAT_


maap ya kalo ceritanya gak menarik n kaya karangan anak SD. maklum cuma iseng nulis-nulis. heheh.. :p

    Pengikut